Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Teknologi Budidaya Udang Windu

Indonesia hampir 70 % dari seluruh wilayah terdiri dari perairan (laut , payau
dan tawar) mempunyai potensi perikanan yang sangat besar, komoditas
perikanan sangat strategis untuk dikembangkan ketika ini maupun masa yang
akan datang. Bedasarkan hal ini para petambak sanggup mengembangkan
usahanya secara maksimal.
Udang merupakan jenis ikan konsumsi air payau, tubuh beruas berjumlah 13
(5 ruas kepala dan 8 ruas dada) dan seluruh tubuh ditutupi oleh kerangka luar
yang disebut eksosketelon. Umumnya udang yang terdapat di pasaran
sebagian besar terdiri dari udang laut. Hanya sebagian kecil saja yang terdiri
dari udang air tawar, terutama di kawasan sekitar sungai besar dan rawa dekat
pantai. Udang air tawar pada umumnya termasuk d alam keluarga
Palaemonidae, sehingga para hebat sering menyebutnya sebagai kelompok
udang palaemonid. Udang laut, terutama dari keluar ga Penaeidae, yang bisa
disebut udang panaeid oleh para ahli. Udang merupakan salah satu bahan
makanan sumber protein hewani yang bermutu tinggi. Bagi Indonesia udang
merupakan primadona ekspor non migas. Permintaan konsumen dunia
terhadap udang rata-rata naik 11,5% per tahun. Walaupun masih banyak
kendala, namun sampai ketika ini negara produsen udang yang menjadi pesaing
baru ekspor udang Indonesia terus bermunculan.
Salah satu komoditas yang dikembangkan di Indonesia yaitu jenis udang
windu (Penaeus monodon). Usaha udang windu ini mulai dari tahap
pembenihan, pembesaran dan bahkan perjuangan budidayapun sudah bisa
dilakukan. Usaha ini sanggup berlangsung akhir adanya ajakan yang
seimbang dengan perjuangan produksi.

Lihat Secara utuh