Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Budidaya Kedelai

Kedelai merupakan materi baku masakan yang bergizi seperti tahu dan tempe. Bagi petani, tumbuhan ini penting untuk menambah pendapatan alasannya yaitu sanggup segera dijual dan harganya tinggi. Ini alasannya yaitu produktivitas rendah dan semakin meningkatnya kebutuhan kedelai. 


Penataan Lahan dan
Pengolahan Tanah
Kedelai sanggup ditanam pada lahan yang ditata dengan sistem surjan dan tegalan.
• Pada animo hujan, kedelai ditanam di guludan.
• Pada animo kemarau, kedelai sanggup ditanam di guludan dan tabukan.
• Untuk sanggup ditanami kedelai, lahan perlu dilengkapi dengan kanal cacing (kemalir).
Tanah dibajak, digaru dan diratakan
Tutup benih dengan tanah gembur dan tanpa dipadatkan
Waktu tanam yang baik simpulan animo hujan

Kedelai mulai tumbuh kira-kira umur 5-6 hari, benih yang tidak tumbuh diganti atau disulam dengan benih gres yang akan lebih baik kalau dicampur Legin. Penyiangan ke-2 ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan ke-2.

Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam biar tidak merusak perakaran tanaman. Contoh jenis dan takaran pupuk sebagai berikut :


PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN
Kedelai menghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek.  
PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT
Menyerang pada awal pertumbuhan dan masa pertumbuhan bunga dan polong. Bertelur pada permukaan daun. Gejala: polong bercak-bercak hitam dan menjadi hampa.

Menyerang tumbuhan muda yang gres tumbuh. Pengendalian : Saat benih ditanam, kemudian sesudah benih ditanam, tanah ditutup dengan jerami . Penyemprotan diulangi pada waktu kedelai berumur 1 bulan.

Gejala: polong dan biji mengempis serta kering. Pengendalian : Varietas tahan layu, sanitasi kebun, dan pergiliran tanaman.
Penyakit ini menyerang tumbuhan umur 2-3 minggu, dikala udara lembab, dan tumbuhan berjarak tanam pendek. Penularan melalui tanah dan irigasi. Pengendalian; tanam varietas tahan dan tebarkan Natural GLIO di awal

Gejala: daun dan polong bintik-bintik kecil berwarna hitam, daun yang paling rendah rontok, polong muda yang terjangkit hama menjadi kosong dan isi polong bau tanah menjadi kerdil. Pengendalian : (1) perhatikan contoh pergiliran tanam yang tepat; (2) Pencegahan di awal dengan Natural GLIO

Gejala: daun tampak bercak dan bintik coklat. Gejala : batang menguning kecoklat-coklatan dan basah, kemudian membusuk dan mati.  

PANEN DAN PASCA PANEN
- Biji yang sudah kering kemudian dimasukkan ke dalam karung dan dipasarkan atau disimpan.

KELUARAN
Teknologi budidaya kedelai di lahan kering
Tanah
Tanaman kedele sanggup tumbuh pada aneka macam jenis tanah dengan drainase dan aerasi tanah yang cukup baik serta air yang cukup selama pertumbuhan tanaman.
Tanaman kedele sanggup tumbuh baik pada tanah alluvial, regosol, grumosol, latosol atau andosol. Pada tanah yang kurang subur (miskin unsur hara) dan jenis tanah podsolik merah-kuning, perlu diberi pupuk organik dan pengapuran.
Air
Curah hujan yang cukup selama pertumbuhan dan berkurang dikala pembungaan dan menjelang pemasakan biji akan meningkatkan hasil kedele. 
Tanah diolah dengan bajak dan garu/cangkul sampai gembur. Penanaman
Dianjurkan menggunakan benih bersertifikat dengan kebutuhan benih sekitar 40 kg/ha. Penyulaman
Benih yang tidak tumbuh segera disulam, sebaiknya menggunakan bibit dari varietas dan kelas yang sama. Penyulaman paling lambat pada dikala tumbuhan berumur 1 minggu. 
Penyiangan I pada dikala tumbuhan berumur 2 minggu, menggunakan cangkul. Panen
Kedele harus dipanen pada tingkat kemasakan biji yang tepat. Daun telah menguning dan gampang rontok
Polong biji mengering dan berwarna kecoklatan
Panen yang benar dilakukan dengan cara menyabit batang dengan menggunakan sabit tajam dan tidak dianjurkan dengan mencabut batang bersama akar. Cara ini selain mengurangi kesuburan tanah juga tanah yang terbawa akan sanggup mengotori biji. 
Benih 40 kg @ Rp. 1.700,-                                              = Rp. 68.000,-
Pupuk :
Urea 50 kg @ Rp. 300,-                                        = Rp. 15.000,-
TSP 100 kg @ Rp. 480,-                                       = Rp. 48.000,-
Kcl 50 kg @ Rp. 550,-                                          = Rp. 27.500,-
Marshal 0,8 kg @ Rp. 35.000,-                              = Rp. 28.000,-
Pengolahan tanah = Rp. 108.000,-  
Penyiangan 35 OH @ Rp. 2.500,-   
    
Jenis dan Varietas
Berdasarkan warna bijinya dikenal kedelai putih dan kedelai hitam. Pemeliharaan kedelai hitam umumnya lebih gampang dari pada kedelai putih. Kendelai putih membutuhkan tanah yang lebih subur, serta memerlukan pengairan dan pemeliharaan lebih baik dari pada kedelai hitam.
Kedelai berumur panjang (90 – 120 hari) kedelai putih contohnya varietas Lawu, Pandan dan No. 29, sedangkan kedelai hitam contohnya No. 16 dan No. 27.
Daerah dan Waktu Penanaman
Sebagai barometer untuk mengetahui apakah keadaan iklim di suatu daerah, cocok atau tidak untuk tumbuhan kedelai, sanggup dibandingkan dengan tumbuhan jagung yang tumbuh di aderah tersebut.Apabila tumbuhan jagung sanggup tumbuh baik dan risikonya juga baik, berarti iklim di tempat sesuai untuk tumbuhan kedelai. Budidaya tumbuhan kedelai umumnya ditanam pada awal dan simpulan animo hujan di sawah (teknis, setengah teknis dan tadah hujan) dan lahan kering. Dengan contoh tanam rotasi (tumpang gilir) dan atau tumpangsari dengan tumbuhan setahun lainnya, contohnya jagung, padi, tebu dan ketela pohon, sebagaimana banyak dijumpai di tempat Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, NTB, dan NTT.
Lahan Kering
Pada I kedelai dipanen pad simpulan Desember dan jagung pada simpulan Januari, serta pada II kedelai dipanen pada simpulan Mei dan jagung pada simpulan Juni.
Tanah hanya dibersihkan dari je-rami padi dan daun tebu, yang selanjutnya bibit kedelai ditebar atau ditugal terlebih dahulu untuk lubang untuk penanaman biji kedelai. Teknik produksi yang cukup intensif yaitu sebagai berikut :
Jumlah bibit antara 40 – 50 kg per ha untuk tumbuhan monokultur, sedangkan untuk tumbuhan tumpangsari dengan jagung, yaitu 30 kg biji kedelai dan jagung 20 kg per ha.

Pengolahan Tanah
Di lahan kering dengan tumbuhan tumpang sari, tanah diolah dua kali dengan alat bajak dan luku, sedangkan di sawah dengan tumbuhan monokultur, tanah dibersihkan dari jerami, kemudian tanah diolah satu kali.Untuk tanah yang pH-nya rendah, diberi kapur atau dolomit antara 200 – 300 Kg per ha.  

Penugalan Lubang
Untuk tumbuhan monokultur, dibentuk lubang dengan tugal dengan jarak 20 x 30 cm, sedangkan untuk tumpangsari dengan jagung lubang untuk kedelai 30 x 30 cm dan untuk jagung 90 x 90 cm. Lubang untuk jagung dibentuk terlebih dahulu, dan sesudah jagung tumbuh 2 – 3 ahad kemudian dibentuk lubang untuk kedelai.

Penanaman Kedelai
Untuk tumbuhan monokultur, biji kedelai dimasukan dalam lubangang telah dibuat. Untuk tumbuhan tumpang sari, biji jagung ditanam ter-lebih dahulu dan 2 – 3 ahad kemudian gres ditanam kedelai.

Penyiangan Dan Pemupukan
Penyiangan dilakukan sesudah tumbuhan berumur 30 – 35 hari, dan sesudah itu eksklusif dipupuk, yaitu untuk tumbuhan monokultur dengan 50 kg urea dan 50 kg KCl. Bila kondisinya masih kurang baik, maka penyiangan dilakukan lagi pada umur 55 hari.Sedangkan untuk tumbuhan tumpangsari penyiangan dilakukan pada umur jagung 40 – 45 hari dan sesudah itu diberi pupuk sebanyak 350 kg urea dan 100 kg KCl.

Pemberantasan Penyakit
Untuk mencegah atau memberantas hama/penyakit, maka mulai umur 25 hari dan 50 hari disemprot dengan pestisida (karbofuran) sebanyak 5 – 10 liter.
Caranya yaitu dengan mencabut batang tanaman, termasuk daunnya.  

Produksi
Produksi kedelai yang diusahakan secara monokultur secara intensif, se-benarnya sanggup mencapai 2,00 – 2,50 ton per Ha. Produksi kedelai yang diusahakan secara tumpangsari dengan jagung secara intensif sanggup mencapai 1,5 – 1,75 ton kedelai per Ha dan 2 – 2,5 ton jagung per Ha. Dengan demikian pendapatan petani atau keuntungan perjuangan akan meningkat dengan adanaya kenaikan produksi dan harga.
Untuk mengantisifikasi pesatnya usul di dalam negeri, selain meningkatkan kuantitas lahan budidaya (yaitu pertambahan areal penanaman) juga harus dipertimbangkan peningakatan kualitas budidaya (yaitu peningkatan produktivitas tanaman) dengan cara penerapan teknologi budidaya tumbuhan kedelai yang lebih modern daripada teknologi yang diterapkan selama ini.Perlunya teknologi yang lebih maju ini, mengingat tumbuhan bekerjsama yaitu tumbuhan sub tropis, sehingga budidaya tumbuhan kedelai di negara tropis risikonya lebih rendah dari pada di negara-negara sub tropis yang bisa mencapai produksi sampai 4 ton per ha. Dengan penerapan teknologi yang maju ini, sehingga produksi tumbuhan kedelai diharapkan akan meningikat setidaknya menjadi rata-rata 2,5 ton per Ha.
Budidaya tumbuhan kedelai di masa depan perlu menyusun perencanaan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan-bahan kimia, dengan menerapkan teknologi yang dekat lingkungan, yaitu penerapan teknologi bio-plus. Dengan penerapan teknologi yang lebih maju dan mengurangi bahan-bahan kimia ini, maka PKT budidaya tumbuhan kedelai kelak akan menghasilkan produktivitas yang lebih baik dan dekat lingkungan. Masalah teknis yang dihadapi petani dalam budidaya tumbuhan kedelai antara lain duduk kasus pengadaan bibit yang tidak terseleksi (bukan bibit unggul), pengadaan pupuk dan obat-obatan, serta duduk kasus iklim.



Kedelai merupakan materi baku masakan yang bergizi menyerupai tahu dan tempe. Bagi petani, tumbuhan ini penting untuk menambah pendapatan alasannya yaitu sanggup segera dijual dan harganya tinggi. Tanaman ini sanggup diusahakan di lahan pasang surut. Tanaman ini tidak tahan genangan. Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah bertujuan untuk menciptakan tanah jadi gembur dan membersihkan lahan dari rumput- rumputan, kayu, dan lain-lain. Lapisan yang beracun ini dihentikan terangkat ke permukaan tanah alasannya yaitu sanggup meracuni tanaman.
• Pengolahan tanah dilakukan secara tepat (dua kali).


• Kedalaman pengolahan tanah di lahan potensial dan sulfat masam sekitar 20 cm

• Tanah diratakan menggunakan garu.
Varietas
Varietas kedelai yang dianjurkan untuk dibudidayakan di lahan pasang surut antara lain Galunggung, Lokon, Wilis, Dempo, Guntur, dan Kerinci.
Benih Untuk mendapat hasil yang tinggi, benih yang dipakai perlu memenuhi persyaratan berikut:
• Bersih atau tidak tercampur biji-bijian tumbuhan lain dan kotoran.


• Bersih, tidak keriput, dan tidak luka/tergores.
• Jumlah benih yang dibutuhkan untuk setiap hektar lahan yaitu 40-45 kg
Penanaman


Kedelai sanggup dibudidayakan secara tunggal (monokultur) atau ditumpangsarikan (diselingi) dengan jagung.
• Benih yang sudah ditaruh di lubang tanam ditutup dengan tanah

Tumpangsari dengan jagung
• Jarak tanam jagung antar-barisan tumbuhan dihentikan kurang dari 2 meter, sedangkan jarak tanam dalam barisan 40 cm. Kalau ditanam di lahan yang belum pernah ditanami kedelai, benih sebaiknya dicampur dengan rizobium menyerupai Legin. Bila rizobium tidak tersedia dapat
menggunakan tanah yang sudah pernah ditanami kedelai. Inokulasi rizobium bertujuan untuk mengurangi pemakaian pupuk nitrogen (urea) alasannya yaitu tumbuhan kedelai sanggup memanfaatkan nitrogen yang ada di udara sesudah diinokulasi dengan rizobium

Cara menginokulasi kedelai
• Siapkan benih kedelai dalam jumlah yang cukup.
• Siapkan rizobium sebanyak 7,5 gram untuk 1 kg benih, atau tanah yang telah ditanami kedelai se- banyak 1 kg untuk 9 kg benih.
• Benih, rizobium atau tanah tersebut dimasukkan ke bejana yang diisi air secukupnya.
• Sebelum ditanam, biji yang telah diinokulasi ter- sebut dikeringkan di tempat yang sejuk
Kedelai tidak sanggup tumbuh baik di lahan yang sangat masam

Penjarangan dan Penyulaman
Penjarangan bertujuan untuk:
• Mengurangi persaingan antar-tanaman dalam menyerap unsur hara di tanah yang kurang subur.
• Mencegah tumbuhan kekurangan sinar matahari di tanah yang subur.
Penjarangan dan penyulaman dilakukan ketika tumbuhan berumur 1-2 ahad sesudah tanam. Tanaman yang disisakan yaitu yang paling baik pertumbuhannya
Penyiangan


• Penyiangan bertujuan untuk membebaskan tumbuhan dari tumbuhan pengganggu (gulma).
• Alat yang digunakan: kored atau cangkul kecil.
Penyemprotan herbisida
dilakukan pada dikala tumbuhan berumur 2-3 ahad sesudah tanam