Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Budidaya Bawang Merah Secara Organik


Cara Budidaya Bawang Merah Secara Organik
Dengan terjadinya krisis pupuk yang harganya menjadi mahal bahkan ada yang naik 3 kali llipat sehingga petani tidak bisa membelinya. Biaya untuk bertanam menjadi semakin tinggi sedangkan balasannya yang diperoleh semakin usang semakin berkurang. Sehingga kerugian sering menerpa para petani kita. Maka harus di cari jalan keluar biar biaya tanam yang murah tapi hasil yang diperoleh semakin bagus, banyak dan berkualitas baik. Sebenarnaya teknik budidaya dengan sistem organik sudah usang diterapkan, tetapi terkikis dengan adanya pupuk pestisida. nah dengan harga pupuk yang semakin mahal dan semakin langka adanya, maka pilihannya dengan kembali denagan memnggunakan pupuk organik. selain hasil yang cantik tetntusaja biaya yang dikeluarkan semakin sedikit. yang paling penting ialah ramah lingkungan.

Menanam Bawang Merah Secara Organik
  1. Tanah dicangkul agak dalam dan rumputnya diambil (kebruk kalet: bahasa petani Batu), selanjutnya digulut dengan lebar 80 cm.
  2. Guludan ditaburi pupuk kandang
  3. Pupuk sangkar ditutup dengan tanah dan permukaan guludan dibentuk rata. Pada trend penghujan permukaan guludan dibentuk agak lebih tinggi biar tidak terendam air hujan. Tinggi guludan pada trend kemarau 30 cm dan trend hujan 40 cm.
  4. Bibit yang sudah siap kemudian ditanam pada guludan (diponjo) dengan jarak 20 cm, kemudian ditutup memakai daun pahit-pahitan (daun yang rasanya pahit).
  5. Tahap selanjutnya ialah penyiangan, menggemburkan tanah dan menguruk tumbuhan tipis-tipis sesuai dengan pertumbuhan tanaman.
  6. Pemberantasan hama dan penyakit memakai rendaman daun pahitan dan bawang putih.
  7. Setelah terpelajar balig cukup akal tumbuhan dicabut, diikat dan selanjutnya disiger.
 Hasil yang Diperoleh
  1. Penanaman pada waktu trend kemarau (dengan disiram), dengan bibit sebanyak 15 kg menghasilkan panen sebanyak 60 kg.
  2. Penanaman pada trend hujan, dengan bibit sebanyak 50 kg menghasilkan panen sebanyak 200 kg.
Kendala dan Manfaat
Selama proses penanaman berlangsung selalu dibayangi keraguan alasannya ialah seperti menentang arus, meskipun dengan sistem pertanian organik berarti mengikuti aturan alam.
Paguyuban belum bisa memasarkan hasil panen sehingga terpaksa aku menjualnya seharga produk konvensional.

Kesimpulan
Bertani dengan sistem organik harus titen dan telaten sehingga niscaya panen. Dengan sistem pertanian organik biaya yang dikeluarkan rendah, pengerjaan tanah gampang alasannya ialah gembur. Sudah waktunya petani beralih sistem, meninggalkan sistem konvensional yang merugi dan merusak lingkungan, dengan sistem pertanian organik yang lestari.