Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Merawat Ular Dipong/ Blood Phyton


Merawat Ular Dipong/ Blood Phyton
Ular dipong atau sering juga disebut blood phyton mempunyai nama latin Python Curtus Brongersmai, Python Curtus Curtus, Python Curtus Breitensteini. Ular ini tersebar di sekitar Semenanjung Malaysia, sumatra cuilan timur dan sumatra cuilan tengah (dibatasi oleh pegunungan), pulau bangka, pulau2 di selat malaka, termasuk kepulauan lingga, kepulauan riau dan pinang.
Saat masih kecil Dipong/ Blood pyton, sangat gampang takut, terkejut dan sedikit pemalu, tetapi sesudah menyesuaikan diri dengan lingkungan di sekitar, maka mereka akan menjadi ular yang jinak. Karena gampang dijinakkan maka ular dipong menjadi salah satu ular favorit peliharaan hobiis reptil.Dipong dewasan mempunyai ukuran relatif kecil dibandingkan dengan keluarga phyton lainnya. Rata-rata jantan cukup umur berkisar1 s/d 1.8 m, sedangkan betina bewasa 1.5 s/d 2.5 m. dipenagkaran dengan perlakuan baik ular Dipong/ blood phyton sanggup berumur lebih dari 20 thn

Perawatan:
Dipong/Blood Phyton merupakan jenis ular yang menyukai tingkat kelembaban yang tinggi, untuk itu diharapkan suatu sangkar yang mempunyai tingkat ventilaasi udara yang cantik untuk menjaga tingkat kelembaban suhu.Perawatan dipong/ Blood phyton memerlukan suhu rata-rata 80’ F,. Dipong/ blood phyton merupakan jenis ular yang bahagia merendam dirinya/ menyembunyikan dirinya. Disarankan untuk memperlihatkan flora sphagnum di dalam kandang, namun hal ini tidak harus dilakukan. Sebagai penggantinya hiding place harus ada dalam kandang, namun pada usia 1 th ke atas hiding place tidak harus ada, hal ini dikarenakan dipong muda membutuhkan waktu beberapa hari untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sangkar baik itu suhu maupun kondisi kandang, untuk itu hiding placa sangat membantu untuk beradaptasi. Pemberian hiasan (tanaman, bebatuan, dll) tidak di wajibkan, umunya sangkar hanya berupa box dengan ukuran yang diubahsuaikan memakai bantalan kertas dengan daerah air/ minum yang harus ada.

Makan 
Dalam pemeliharaan, donasi makan dilakukan menyerupai halnya ular-ular lain, dipong pada umumnya memakan tikus putih yang banyak di jual di pasar-pasar hewan/ peternakan tikus/ reptile pet shop. Umumnya dipong usia di bawah 1 th di berikan tikus putih berukuran sedang, di atas 1 th sanggup di berikan tikus putih yang lebih besar, sebaiknya berikan ukuran makan yang hanya 2x besar kepalanya. Pemberian makan sanggup dilakukan 4-7 hari sekali.
Banyak anggapan bahwa dipong/ blood phyton bukan merupakan ular yang diperuntukan bagi pemula, anggapan ini muncul sesudah seringkali muncul dilema dipong yang susah makan. Diperlukan tingkat kesabaran yang tinggi apabila menjumpai perkara tersebut.
Istilah suap mngkin akan sering di dengar bagi para pemula yang mengalamni perkara diatas, suap dilakukan apabila ular tidak mau makan dalam jangka waktu yang lama, biasanya 2-3 ahad sesudah ular dipelihara. Menyuap ular disarankan dilakukan berasama orang yang berpengalaman alasannya hal ini merupakan opsi terakhir yang harus dilakukan ketika dipong tidak mau makan.

Ganti kulit/ sheeding
Ular berganti kulit dalam 1 bagian. Biasanya proses dimulai dari ular menjadi tidak aktif, warna menjadi kusam, mata tertutup selaput berwarna biru atau ungu. Kemudian kulit kembali menjadi cerah sesudah itu ular akan shedding. Pada baby, biasanya ular akan shedding sebulan sekali. Waktu untuk shedding akan berkurang seiring dengan bertambahnya umur. Pada ketika proses shedding, kelembaban harus ditambah. Bisa dengan merendam ular selama 15 menit di air hangat, atau dengan memakai humidity box.