Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Varietas Jahe, Manfaat Dan Mengapa Terasa Pedas?

Mengapa Jahe Terasa Pedas di Lidah dan Apa Saja Jenis Varietas Tanaman Jahe?

Beberapa Maca Varietas Jahe
Terdapat tiga jenis jahe yg terkenal di pasaran, yaitu:
a. Jahe gajah/jahe badak
Merupakan jahe yg paling disukai di pasaran internasional. Bentuknya besar gemuk dan rasanya tidak terlalu pedas. Daging rimpang berwarna kuning hingga putih.
b. Jahe kuning
Merupakan jahe yg banyak digunakan sebagai bumbu masakan, terutama untuk konsumsi lokal. Rasa dan aromanya cukup tajam. Ukuran rimpang sedang dengan warna kuning.
c. Jahe merah
Jahe jenis ini mempunyai kandungan minyak asiri tinggi dan rasa paling pedas, sehingga cocok untuk materi dasar farmasi dan jamu. Ukuran rimpangnya paling kecil dengan warna merah. Dengan serat lebih besar dibanding jahe biasa.
Menurut Farmakope Belanda, Zingiber Rhizoma (Rhizoma Zingiberis- akar jahe) yg berupa umbi Zingerber officinale mengandung 6% materi obat-obatan yg sering digunakan sebagai rumusan obat-obatan atau sebagai obat resmi di 23 negara. Menurut daftar prioritas WHO, jahe merupakan tumbuhan obat-obatan yg paling banyak digunakan di dunia. Di negara Malaysia, Filipina dan Indonesia sudah banyak ditemukan manfaat therapeutis.
Jahe yakni tumbuhan rimpang yg sangat terkenal sebagai rempah-rempah dan materi obat. Rimpangnya berbentuk jemari yg menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa secara umum dikuasai pedas disebabkan senyawa keton berjulukan zingeron. Selain zingeron, juga ada senyawa oleoresin (gingerol, shogaol), senyawa paradol yg turut menyumbang rasa pedas ini.

Zingeron (4-(4-hidroksi-3-metoksifenil)-2-butanon) Zingeron mempunyai berat molekul 194,22 g/mol, titik leleh 40-410C dan titik didih 187-1880C pada 14 mmHg. Berat molekulnya yg besar dan gugus karbonil yg polar pada rantainya mem.buat molekul zingeron saling tarik menarik setips kuat. Hasilnya, zingeron tidak gampang menguap. Bau zingeron pada jahe tidak berpengaruh namun ekor hidrokarbonnya memperlihatkan rasa pada jahe saat ini kontak dengan reseptornya. Zingeron digunakan sebagai perasa buatan (www.ch.ic.ac.uk/local/projects/lyerWebsite5/Spice.html). Zingeron ialah suatu pemblok β-adrenoseptor sehingga sanggup menghambat oksidasi lipid. Ini menyebabkan zingeron mempunyai imbas kardioprotektif sehingga sanggup digunakan sebagai obat banyak sekali penyakitt kardiovaskular. Zingeron juga mempunyai acara sebagai antioksidan yg mempunyai kegunaan bagi kehidupan insan (www.ch.ic.ac.uk/local/projects/lyerWebsite5/Medicine.html).

Jahe merupakan rimpang dari tumbuhan berjulukan ilmiah Zingiber Officinale Roscoe. Tanaman jahe berasal dari Asia Pasifik dan tersebar dari India hingga Cina. Di dunia perdagangan, penanaman jahe menurut kawasan asalnya, misalkan jahe Afrika, jahe Chochin atau jahe Jamika. Sejak 250 tahun yg lalu, di Cina Jahe sudah digunakan sebagai bumbu dapur dan obat. Di Malaysia, Filipina, dan Indonesia jahe banyak digunakan sebagai obat tradisional. Sedangkan di Eropa pada kala pertengahan, jahe digunakan sebagai aroma pada bir.

Jahe sering kita temui sehari-hari. Banyak manfaat yg kita sanggup dari penggunaan jahe. Diantaranya sebagai bumbu masak, pemberi aroma, dan rasa pada roti, kue, biscuit, kembang gula, dan banyak sekali minuman (bandrek, sekoteng, dan sirup). Jahe juga sanggup digunakan pada obat tradisional sebagai obat sakit kepala, obat batuk, masuk angin,untuk mengobati gangguan pada terusan pencernaan, stimulansia, diuretik, rematik, menghilangkan rasa sakit, obat antimual dan mabuk perjalanan, karminatif (mengeluarkan gas dari perut), kolera, diare, sakit tenggorokan, difteria, neuropati, sebagai penawar racun ular dan sebagai obat luar untuk mengobati gatal digigit serangga, keseleo, nanah dan memar.

Jahe, begitu akrabnya kita, sehingga tiap kawasan di Indonesia mempunyai sebutan sendiri-sendiri bagi jahe. Nama-nama kawasan bagi jahe tersebut antara lain halia (Aceh), bahing (Batak karo), sipadeh atau sipodeh (Sumatera Barat), Jahi (Lampung), jae (Jawa), Jahe (sunda), jhei (Madura), pese (Bugis), dan lali (Irian).

Uraian Tumbuhan:
Familia : Zingiberaceae
Nama Latin :
- Zingiber officinale Rosc.
- Z.o. var. amarun (pahit)
- Z.o. var. rubrum (merah)
Nama English : Ginger

Zingiber officinale merupakan flora herba menahun yg tumbuh liar di ladang-ladang berkadar tanah lembab dan memperoleh banyak sinar matahari dan sanggup berumur tahunan. Batangnya tegak tersusun dari helaian daun yg pipih memanjang dengan ujung lancip, berakar serabut dan berumbi dengan rimpang mendatar. Tumbuhan semak berbatang semu ini tingginya bis,a mencapai 30 cm - 1 m . Rimpang jehe berkulit agak tebal membungkus daging umbi yg berserat dan berwarna coklat beraroma khas. Bentuk daun lingkaran panjang dan tidak lebar. Berdaun tunggal, berbentuk lanset dengan panjang antara 15 - 28 mm. Bunganya terdiri dari tandan bunga yg berbentuk kerucut dengan kelopak berwarna putih kekuningan. Bunganya mempunyai 2 kelamin dengan 1 benang sari dan 3 putik bunga. Bunga ini muncul pada ketiak daun dengan posisi duduk. Biasanya jahe di tanam pada dataran rendah hingga dataran tinggi (daerah subtropis & tropis) di ketinggian 1500 m di atas permukaan laut. Karena jahe hanya bis,a bertahan hidup di kawasan tropis, penanamannya hanya bsia dilsayakan di kawasan katulistiwa seperi Asia Tenggara, Brasil, dan Afrika. Saat ini Equador dan Brasil menjadi pemasok jahe terbesar di dunia.

Berdasarkan beberapa referensi, baik jurnal ilmiah dan majalah popular, disebutkan bahwa jahe sanggup mencegah dan mengobati migrain, hepatotoksik, luka bakar, sakit kepala, menurunkan kadar kolesterol, obat rematik, tukak lambung, antidepresi, dan mengobati impotensi. Meski demikian, semua khasiat jahe tersebut masih belum cukup bukti ilmiah, sehingga perlu dilsayakan uji setips ilmiah pula.

Kandungan senyawa dalam jahe ada 2 golongan senyawa menurut akomodasi menguap, yaitu golongan senyawa volatil (mudah menguap) dan golongan non-volatil. Senyawa yg menyebabkan pedas di atas merupakan senyawa non-volatil.

Jika kita menumbuk seruas jahe, maka akan timbul aroma khas yg kuat, dan kalau kita hirup akan memberi suasana hangat di hidung kita. Aroma khas ini berasal dari minyak atsiri yg terkandung didalamnya. Minyak astiri merupakan senyawa volatil atau gampang menguap, sehingga baunya tercium oleh hidung kita. Minyak ini juga menyebabkan rasa jahe yg khas. Minyak atsiri dalam jahe merupakan adonan dari senyawa terpenoid yg terdiri dari senyawa-senyawa seskuiterpena, zingiberena, bis,abolena, sineol, sitral, zingiberal (ada yg menyebut zingiberol, tapi keduanya yakni senyawa berbeda; zingiberal mengandung gugus aldehid, sedangkan zingiberol mengandung gugus hidroksida,-OH), felandren (phellandrena),borneol, sitronellol, geranial, linalool, limonene, kamfena. Minyak atsiri yg terkandung dalam jahe antara 1 hingga 3 %.

Selain itu, juga ada kandungan senyawa lain, such as: senyawa oleoresin (gingerol, shogaol), senyawa fenol (ada sumber yg menyebut polifenol)(gingeol, zingeron), enzim proteolitik (zingibain) (www.friedli.com), 8,6 % protein, 6,4 % lemak, 5,9% serat, 66,5% karbohidrat, 5,7% abu, kalsium 0,1%, fosfor 0,15 %, besi 0,011%, sodium 0,03%, potassium 1,4%, vitamin A 175 IU/100 g, vitamin B1 0,05 mg/100 g, vitamin B2 0,13 mg/100 g, niasin 1,9% dan vitamin C 12 mg/100g(www.herbal-home-remedies.org). Dalam jahe, ada juga kandungan asam-asam organik menyerupai asam malat [yg sering disebut sebagai asam apel; COOHCH2CH(OH)COOH ;asam hidroksibutanadioat], dan asam oksalat. Senyawa Oleoresin dalam jahe digunakan sebagai zat aktif untuk mengobati batuk, penurun panas, dan analgetik.