Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Seledri Organik Dalam Polybag, Ini Cara Menanamnya!

Cara Menanam Tanaman Seledri Organik Dalam Polybag / Pot
Terdapat dua tips menanam seledri yaitu perbanyakan generatif (dari biji) dan perbanyakan vegetatif (dari anakan). Perbanyakan generatif biasanya diterapkan untuk budidaya seledri skala luas atau komersial. Untuk budidaya skala pekarangan menyerupai dalam pot atau polybag, perbanyakan setips vegetatif lebih simpel dilsayakan.

Perbanyakan generatif dmulai dengan menyemaikan biji terlebih dahulu. Sesudah biji tumbuh menjadi bibit, gres dipindahkan ke dalam pot atau polybag. Berikut langkah-langkahnya:


Sebelum biji disemai, rendam terlebih dahulu dalam air hangat kuku (50-60 derajat celcius) secukup usang 1 jam.
Siapkan daerah persemaian berupa bedengan atau baki semai. Media semai terdiri dari adonan tanah dan kompos yg sudah diayak dengan perbandingan 2:1. Baca tips mem.buat media persemaian.

Berikan naungan dengan plastik bening pada bedengan semai untuk menlindungi tumbuhan dari kucuran air hujan eksklusif dan terik matahari.

Buat alur garitan di atas bedengan sedalam 0,5 cm dengan jarak antar alur 10-20 cm. Tebarkan benih ke dalam alur tersebut dan tutup tipis dengan tanah kemudian siram untuk mempertahankan kelembabannya.
Siram dengan air secukupnya tiap pagi atau sore untuk mempertahankan kelembaban media persemaian. Media jangan terlalu berair dan jangan pula hingga kekeringan.
Bibit siap dipindahkan ke pot atau polybag setelah 1 bulan atau setelah tumbuh 3-4 helai daun.

Perbanyakan vegetatif biasanya dilsayakan apabila kita sudah mempunyai tumbuhan seledri sebelumnya. Cara perbanyakannya, ambil anakan yg terdapat dalam rumpun tumbuhan seledri yg sudah ada. Kemudian pindahkan ke pot atau polybag baru. Selanjutnya tumbuhan bis,a diperbanyak dari rumpun seledri yg tumbuh.

Sesudah bibit siap dipindahkan, siapkan pot atau polybag ukuran sedang. Isi dengan media tanam yg terdiri dari adonan tanah, kompos dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Ayak terlabih dahulu bahan-bahan tersebut. Penggunaan arang sekam tujuannya semoga media tanam mempunyai porositas yg baik dan bobot media menjadi ringan sehingga pot atau polybag simpel dipindahkan.

Apabila tidak ada arang sekam bis,a diganti dengan sekam padi, jerami padi atau serbuk gergaji. Hati-hati dalam mem.buat media tanam, gunakan bahan-bahan yg bebas dari hama dan penyakit. Silahkan baca tips mem.buat media tanam.

Perawatan budidaya seledri

Lsayakan penyiraman tiap pagi dan sore hingga tumbuhan berumur satu minggu. Sesudah itu frekuensi penyiraman cukup dilsayakan 2-3 kali dalam satu minggu. Tergantung pada kondisi cuaca, usahakan media tidak terlalu becek atau kering.

Untuk budidaya seledri organik tunjangan pupuk organik cair sangat efektif diberikan sebagai pupuk susulan. Pupuk organik cair banyak dijual di toko-toko pertanian dalam banyak sekali merek, atau bis,a juga dibentuk sendiri. Silahkan baca tips mem.buat pupuk organik cair. Selain pupuk cair bis,a juga dipakai pupuk kompos, pupuk sangkar atau pupuk hayati.

Encerkan pupuk organik cair sebelum disiramkan pada tanaman. Biasanya 10 ml pupuk cair diencerkan dengan 1 liter air sebelum digunakan. Untuk lebih khsususnya ikuti petunjuk yg terdapat dalam kemasan pupuk tersebut. Siramkan pupuk yg sudah diencerkan dengan takaran 100 ml per polybag. Frekuensi pemupukan dilsayakan tiap 1-2 ahad sekali.

Budidaya seledri dalam pot atau polybag bekerjsama relatif jarang terkena hama atau penyakit. Namun pada budidaya seledri skala luas serangan banyak dijumpai. Tidak ada salahnya kita mengetahui jenis-jenis hama dan penyakit tersebut.

Terdapat beberapa hama yg sering dijumpai dalam budidaya seledri. Beberapa diantaranya ialah ulat tanah, keong, kutu dan tunggau. Hama-hama tersebut bis,a diberantas dengan dipungut eksklusif dengan tangan. Apalagi untuk penanaman dalam polybag.

Sedangkan jenis-jenis penyakit budidaya seledri ialah cercospora, bercak septoria dan virus aster yellow. Untuk menghindari serangan penyakit-penyakit itu, lsayakan pencegahan semenjak dini. Pencegahan dilsayakan semenjak pemilihan benih, menjaga sanitasi kebun dan pemupukan yg baik.

Apabila serangan penyakit menghebat, bis,a dilsayakan penyemprotan dengan pestisida organik. Silahkan baca mengenai pengendalian penyakit dengan pestisida organik.
Panen budidaya seledri

Panen budidaya seledri bis,a dilsayakan berkali-kali. Panen pertama biasanya terjadi setelah tumbuhan berumur 1-3 bulan setelah tanam, tergantung varietasnya. Pertumbuhan seledri dikatakan sudah maksimum setelah daunnya rimbun dan anakannya banyak.

Seledri dipanen dengan tips memotong pangkal batang setips periodik. Frekuensi pemanenan bis,a dilsayakan 1-2 ahad sekali. Panen berakhir apabila pertumbuhan anakan sudah tidak produktif lagi. Panen bis,a juga dilsayakan dengan dicabut.