Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pembuatan Pakan Ikan

Maraknya aktivitas akuakultur telah diwarnai dengan variasi teknologi produksi sampai pada keragaman spesies yang dibudidayakan.Introduksi pakan buatan sebagai salah satu faktor produksi semakin penting guna meningkatkan produksi serta kondusif bagi lingkungan budidaya. Untuk mencapai target tersebut, aktivitas produksi pakan diarahkan pada dua hal pokok, yaitu
1. Menghasilkan formulasi pakan yang sesuai kultivan dengan biaya produksi relatif murah.
2. Penggunaan pakan tidak hanya terbatas sebagai sumber energi utama bagi kultivan, namun sekaligus diarahkan sebagai media mediator dalam mencegah terjadinya serangan penyakit bagi kultivan (medicated feed).

Sebagai materi baku pakan, silase ikan telah dibuktikan untuk beberapa spesies budidaya termasuk ikan dan udang dengan kadar nutrisi yang cukup memadai. Selain kadar protein dan lemak cukup tinggi, produk silase sanggup meningkatkan kecernaan pakan oleh sebab tersedia dalam bentuk rantai peptida. Pengujian penggunaan silase pada beberapa ikan herbivora (bandeng, baronang) mengatakan bahwa silase ikan termasuk sumber protein hewani yang baik dan sekaligus sanggup menggantikan fungsi tepung ikan.
Ketergantungan terhadap penggunaan tepung ikan harus dikurangi semaksimal mungkin yang terkait oleh fenomena global ibarat : barang kompetitif, mahal, barang import serta kelangkaan suplai. Optimasi penggunaan materi baku sanggup ditempuh melalui penggunaan materi baku lokal terutama materi dari tumbuhan (plant material) ibarat : jagung, dedak, ampas tahu, tepung singkong dan banyak sekali materi potensial lainnya.

selangkapnya ada di sini