Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Macam Pengairan (Irigasi) Pada Budidaya Pisang

Macam Pengairan (Irigasi) Pada Budidaya Pisang

Pada kegiatan budidaya pisang, air merupakan hal yang utama. Beberapa praktisi budidaya pisang sangat menekankan upaya pengairan secara rutin. Bahkan pada sebagian mereka berpendapat bahwa jika air belum siap, maka tidak bisa menanam pisang.

Pengairan pada tanaman pisang disesuaikan dengan musim, umur tanaman (lebar tajuk), dan fase pertumbuhan tanaman. Tanaman pisang membutuhkan air rata-rata sebanyak 20 liter/tanaman/hari (minimal 15 liter/tanaman/ hari).
Apabila bibit ditanam diluar musim penghujan, pengairan atau penyiraman harus dilakukan sesegera mungkin, paling lambat 3—4 hari setelah tanam. Pada lahan yang tidak terlalu luas, penyiraman dapat dilakukan manual menggunakan gembor atau selang dari atas permukaan tanah sekitar pohon sampai tanah terlihat basah pada kedalaman minimal 20 cm. Penyiraman dilakukan rutin pada pagi atau sore hari.
Pada lahan penanaman yang luas, penyiraman dapat dilakukan menggunakan teknik irigasi permukaan, irigasi sprinkler, atau irigasi tetes (drip irigasi). Pemilihan teknik irigasi disesuaikan dengan ketersediaan (kelimpahan) air di lokasi budi daya, jarak lokasi budi daya dengan sumber air, serta efektivitas dan efisiensi yang diinginkan.  

1.    Irigasi Permukaan

Irigasi permukaan merupakan sistem irigasi dengan cara mengalirkan air dari sumber air seperti sungai ke lahan pertanian dengan cara membasahi hingga menggenangi lahan. Biasanya digunakan untuk tanaman padi. Irigasi permukaan cocok digunakan pada lahan yang memiliki pasokan air besar dan lahan dekat dengan sumber pasokan air.

Macam Pengairan (Irigasi) Pada Budidaya Pisang
Terkait dengan ketesediaan air pada lahan pertanian yang semakin terbatas dan kurang efisiennya sistem irigasi ini karena banyaknya jumlah air yang terbuang ketimbang yang diserap oleh tanaman, sistem irigasi ini mulai ditinggalkan dan tergantikan oleh sistem irigasi lain yang lebih efisien dan dapat diadaptasikan pada lahan perkebunan yang jauh dari sumber air.

2.    Irigasi Sprinkler (Sprinkler or Spray Irrigation)

Macam Pengairan (Irigasi) Pada Budidaya Pisang
Irigasi sprinkler adalah teknik atau metode pemberian air ke lahan menggunakan pipa bertekanan melalui nozzle. Irigasi sprinkler merupakan teknik irigasi yang lebih efektif dan efisien dibandingkan irigasi permukaan. Selain digunakan untuk pengairan, irigasi sprinkler juga dapat digunakan untuk pemupukan dan pengobatan dan untuk menjaga kelembaban tanah dan mengontrol kondisi iklim agar sesuai bagi pertumbuhan tanaman. Sistem irigasi sprinkler dapat menghemat 50% air dibandingkan dengan metode irigasi permukaan. Meskipun begitu, sistem irigasi ini membutuhkan biaya investasi cukup besar untuk pembuatannya.

3.    Irigasi Tetes (Irigasi Drip)

Macam Pengairan (Irigasi) Pada Budidaya Pisang
Irigasi tetes atau irigasi drip (drip irrigation) merupakan teknik pengairan yang murah dan efisien yang banyak dipilih dan digunakan pada perkebunan skala luas. Irigasi drip merupakan jenis irigasi yang cocok dan disarankan penulis untuk diterapkan pada lahan perkebunan pisang skala luas. Sama seperti irigasi sprinkler, irigasi tetes mampu menghemat air dalam jumlah besar karena air hanya menetes di sekitar akar tanaman sehingga efektif diserap oleh tanaman. Selain untuk penyiraman, irigasi tetes juga dapat digunakan untuk pemupukan apabila pemupukan dilakukan menggunakan pupuk cair.

Download video Irigasi pada Tanaman Pisang hanya di mp3stafaband.info situs download video paling lengkap