Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Klasifikasi Karakteristik Daun Pisang (Part 1)

Klasifikasi Karakteristik Daun Pisang (Part 1)

Pembahasan postingan pada kali ini adalah terkait karakteristik dari daun pisang. Pada beberapa referensi menyebutkan bahwa jenis daun pada setiap jenis dan kultivar menunjukkan karakteristik yang berbeda. Perlunya memahami karakteristik daun adalah upaya mengoptimalkan dalam segi budidaya, menjada agar daun pisang tetap sehat, sehingga pertumbuhan bisa maksimal. Pada sebagian jenis pisang yang diambil daunnya untuk kebutuhan seperti bungkus makanan yang akhir-akhir ini mulai trend, pembudidaya pisang daun ini begitu antusias dalam menjaga kualitas daun. Sebisa mungkin yang dilakukan adalah daun tetap dalam kondisi bagus, serta secara kontinyuitas dapat tersedia (berkaitan dengan pemotongan daun).

Pengertian Daun

Daun adalah organ fotosintesis utama tanaman pisang. Daun terdiri dari bilah daun dan selubung daun, yang berkontraksi menjadi tangkai daun (lihat diagram). Tangkai daun menjadi pelepah, yang membagi blade menjadi dua bagian lamina. Vena lamina berjalan sejajar satu sama lain dalam bentuk S panjang dari pelepah ke margin. Vena tidak bercabang, yang menyebabkan daun mudah robek.
Klasifikasi Karakteristik Daun Pisang (Part 1)

Perkembangan Daun

Daun dibentuk oleh meristem apikal pada rimpang dan muncul dari pusat pseudostem sebagai silinder yang digulung, atau disebut dengan daun kuncup. Daun kuncup mempunyai morfologi melingkar, keputihan, dan sangat rapuh. Waktu yang dibutuhkan untuk membuka hingga menjadi daun penuh sangat bervariasi. Di bawah kondisi iklim yang menguntungkan, dibutuhkan sekitar tujuh hari saja. Akan tetapi hal ini bisa memakan waktu hingga 15 hingga 20 hari ketika tanaman pisang dalam kondisi yang buruk. Daun kuncup menyelinap ke saluran tangkai daun dari daun sebelumnya, tumbuh dan kemudian membuka. Proses ini telah dibagi menjadi lima tahap oleh Brun [1].
 Klasifikasi Karakteristik Daun Pisang (Part 1)
Tahap A: Daun kuncup masih bergabung dengan daun sebelumnya
Tahap B: Daun kuncup telah tumbuh tetapi belum mencapai panjang penuh.
Tahap C: Daun kuncup benar-benar bebas, telah mencapai panjang penuh dan diameternya telah meningkat.
Tahap D: Sisi kiri telah terbuka dan apeks terbuka.
Tahap E: Bagian atas daun membentang dan alasnya berbentuk kerucut terbuka.