Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tahapan Pengolahan Lahan dalam Proses Budidaya Pisang

Tahapan Pengolahan Lahan dalam Proses Budidaya Pisang

Budidaya pisang diawali dengan kegiatan pengolahan lahan dan penanaman. Untuk postingan kali ini saya akan fokus membahas tentang topik pengolahan lahan. Pengolahan lahan ini meliputi kegiatan pembersihan lahan, pengapuran, dan pengajiran Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan penanaman bibit tanaman (tahapan penanaman)
Tahapan Pengolahan Lahan dalam Proses Budidaya Pisang

1. Pembersihan Lahan

Pembersihan lahan dilakukan dengan membersihkan segala macam gulma, rumput liar, bebatuan, dan sampah atau kotoran lain yang ada pada lahan. Tujuannya untuk menghindari lahan dari hal-hal yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan untuk menyiapkan lahan agar siap ditanami. Pembersihan lahan dapat dilakukan dengan cara manual menggunakan parang, sabit, cangkul, garpu dan sebagainya atau menggunakan mesin pemotong rumput dimana gulma, dan segala jenis kotoran lainnya dikeluarkan dari lahan yang akan ditanam. Di beberapa kasus dapat juga dengan ditumpuk di suatu tempat agar membusuk dan menjadi kompos organik. Pembersihan lahan dapat dilakukan sekitar empat minggu sebelum penanaman bibit dilakukan.

2. Pengapuran

Tahap selanjutnya adalah melakukan pengapuran lahan. Pengapuran dilakukan pada lahan yang pH nya rendah setelah dilakukan pengukuran pH. Pengapuran dilakukan dengan cara menyebarkan kapur pertanian (kaptan) dan dolomit secara merata pada lahan sesuai dosis yang sudah dihitung. Pengapuran dapat dilakukan tiga minggu sebelum penanaman. Bilamana proses penanaman sudah dilakukan dan kondisi pH masih dibawah normal (6-6,5), dapat dilakukan pengapuan kembali dimana aplikasinya dengan menebar kapur secara lurus mengikuti baris tanam pohon pisang.

baca juga: Tahapan Penanaman Dalam Proses Budidaya Pisang

3. Pengajiran (Pemberian Tanda Sesuai Jarak Tanam)

Satu minggu setelah lahan dikapur (2 minggu sebelum penanaman), lakukan pengajiran pada lahan. Pengajiran dilakukan dengan membentangkan tali dari satu sisi lahan ke sisi lahan yang lain dengan lurus kemudian menancapkan batang-batang ajir sesuai jarak tanam yang telah dipilih. Ajir dapat menggunakan bambu bilah, ranting kecil yang berukuran 30-40 cm. Proses pengajiran akan lebih baik mengikuti pola kontur lahan agar lebih memudahkan proses kedepanya. Pada batang-batang ajir yang ditancapkan inilah nantinya akan dibuat lubang tanam.
Jarak tanam ideal untuk tanaman pisang beragam. Misalnya 2,5 meter x 2,5 meter, 2 meter x 2,5 meter, 2 meter x 2 meter, hingga 2 meter x 1,3 meter. Untuk pemula, jarak tanam sebaiknya jangan terlalu rapat. Semakin rapat jarak tanam makan akan membuat pohon semakin tinggi (berebut cahaya matahari) dan akan berdampak pada proses pemeliharaan dan panen yang sulit.
Jarak tanam yang dipilih tergantung jenis pisang yang ditanam, tingkat kesuburan lahan, dan kemampuan memelihara tanaman dengan baik. Semakin subur tanah dan semakin baik kemampuan memelihara tanaman, jarak tanam bisa lebih rapat. Pada umumnya untuk jenis pisang mas dan barangan ditanam pada jarak 2 m x 2 m. Jarak tanam pisang ambon, cavendish, raja sereh dam raja nangka ditanam pada jarak 2 m x 2,5 m hingga 3 m x 3 m. Sedangkan untuk pisang kepok, dan tanduk biasa ditanam pada jarak 3 m x 3,5 m.